SEITOKAI YAKUINDOMO S2 OVA 7 ENGLISH SUBBED
Free download Seitokai Yakuindomo* OVA 7 / Episode 22/ Post Movie English Subbed
credit to ericfromabeno
Halo semua, setelah 2 tahun lebih akhirnya blog ini hidup kembali. Yah soalnya admin sibuk sih sama real-life. Lagian sebenarnya blog ini admin buat sebagai second archive dari hal-hal yang admin susah nyarinya/ harus menukarnya dengan harga diri buat ngedapetinnya. Contohnya ya kayak postingan SONIC.EXE kemarin kan nyarinya gak gampang. Semua admin lakuin buat kalian kok, widih...
Sama halnya dengan postingan kali ini, OVA ke-7 Seitokai Yakuindomo* atau bisa juga disebut episode 22 dari SYD S2. Admin harus mengarungi bagian terdalam dari internet sampai akhirnya episode ini ketemu, kejadian sama persis kek Spongebob Lost Episode, aowkwkwk.
Sebenarnya gak dalam-dalam amat sih, cuma ketemunya di tempat yang lebih jauh dari biasanya. Btw credit to ericfromabeno seorang translator amatir dari Jepang, ngakunya dia. Kalian bisa ketemu dia di tempat yang filthy weaboo casual gak pernah main kesana.
Berikut ini screenshot dari episode ini sebagai bukti kalau ini ada subtitle nya dan bukan clickbait:
Nah, sekarang langsung comot aja disini:
credit to ericfromabeno
![]() |
| Ngaku deh siapa yang udah kepincut ama Mori-san? :3 |
![]() |
| Kurang lebih kayak gini, wkwkwk |
![]() |
| "Akhirnya ketemu juga...!" |
Berikut ini screenshot dari episode ini sebagai bukti kalau ini ada subtitle nya dan bukan clickbait:
![]() |
| Mirip Charlotte enggak sih? |
![]() |
| Attack on Highschoolgirl |
![]() |
| Berkibarlah bendera~ku |
DL: GDRIVE
Oh, iya. Dah pada liat movie- nya belum? Aftercredit-nya bikin penasaran kan? Melebihi aftercredit nya film Marvel? Itu juga dijelasin di episode ini.
Oh, iya. Dah pada liat movie- nya belum? Aftercredit-nya bikin penasaran kan? Melebihi aftercredit nya film Marvel? Itu juga dijelasin di episode ini.
![]() |
| ''I can't do it without you, Tsuda.'' |
Sekian dulu ya, beneran (sok) sibuk nih. Coz Admin sekarang sudah jadi orang kerja, bukan semi-hikikomori lagi. Adieu!
FREE DOWNLOAD SAO MOVIE OST
Free Download Sword Art Online The Movie : Ordinal Scale Original Soundtrack
Setelah kita menonton SAO Movie para penggemar anime terbagi menjadi dua kubu. Yang pertama kubuputing Asuna, yang kedua kubu YUNA. Saya termasuk kubu yang kedua. Karenanya, untuk postingan hari ini saya akan membagikan lagu-lagu dari YUNA/ Shigemura Yuuna (CV: Sayaka Kanda) yang menurut saya bagus mengingat composer nya juga sekelas Yuki Kajiura.
Langsung saja kita lihat daftar di bawah :
01. Break Beat Bark
02. Ubiquitous dB
03. delete
04. longing
05. smile for you
Sebenarnya di film itu adapula lagu yang dinyanyikan oleh LiSA (Catch the Moment), karena pasti sudah banyak yang mempostingnya, jadi saya pass untuk yang satu itu.Silahkan cari di situs lain.:v
*This is only a preview. Buy the original to support the artist*
Setelah kita menonton SAO Movie para penggemar anime terbagi menjadi dua kubu. Yang pertama kubu
Langsung saja kita lihat daftar di bawah :
01. Break Beat Bark
02. Ubiquitous dB
03. delete
04. longing
05. smile for you
Sebenarnya di film itu adapula lagu yang dinyanyikan oleh LiSA (Catch the Moment), karena pasti sudah banyak yang mempostingnya, jadi saya pass untuk yang satu itu.Silahkan cari di situs lain.:v
*This is only a preview. Buy the original to support the artist*
[UPDATED!] FREE DOWNLOAD TOUHOU OST
Free Download Touhou Memories of Phantasm Original Soundtrack
Bagi kalian yang sudah menonton anime fanmade Touhou Memories of Phantasm (幻想万華鏡~The Memories of Phantasm~) mungkin penasaran dengan soundtrack nya yang cukup bagus dan enak didengar. Dalam anime ini semua lagu baik opening maupun endingnya dibuat oleh Yuuhei Satellite (幽閉サテライト) dengan senya di bagian vokal dan di produseri oleh Manpuku Jinja yang juga merupakan produser dari anime ini. Musik dari sebagian besar lagu Yuuhei Satellite mengadaptasi BGM dari game-game Touhou itu sendiri.
Langsung saja kita lihat daftar dari opening dan ending dari TMoP berikut ini:
1. The Spring Snow Incident
Opening : 色は匂へど 散りぬるを (Though the Scent Lingers, the Flower Scattered)
DL : MEGA
Ending : Opposite World
DL : MEGA
Ending 1 : ヒトリシズカ (Alone in the Silence)
DL : MEGA
Ending 2 : 夜桜に君を隠して (Hiding You in the Evening Cherry Trees)
DL : MEGA
Ending 3 : 残響は鳴り止まず(The Echo Won't Stop Ringing)
DL : MEGA
3. The Flowers Incident Arc
Opening : 華鳥風月 (Beauties of Nature)
DL : MEGA
Ending 1 : コノ葉隠レ(Hidden Among These Leaves)
DL : MEGA
Ending 2 : 魂の語りに導かれて (Guided by the Voice of My Soul)
DL : MEGA
4. The Mysterious Giant Youkai
Ending : 可能性の化身 (A Possibility of Incarnation)
DL : MEGA
5. Imperishable Night Incident Arc
Opening : 泡沫, 哀のまほろば (Ephemeral, Great and Splendid Land of Grief)
DL : MEGA
Ending : 共鳴しない愛のカタチ (The Form of Unsympathetic Love)
DL : MEGA
Selain lagu-lagu diatas, saya masih punya simpanan lagu-lagu Yuuhei Satellite yang tak kalah bagusnya. langsung saja kita lihat di bawah ini :
Who Am I
最果てのコトバ (Words of the Farthest Ends)
夏季異変 (Summer Incident)
愛情デザイア (Love desire)
忘却のレトロスペクティブ (Retrospective of oblivion)
アマノジャック (Amano Jack)
初めましてを繋いで (Connecting Greetings)
大地に咲く旋律 (Melodies which bloom from the Earth)
約束の君 (Promised you)
色は情へと誘う (Allure Tempts Me to this Passion )
Mohon maaf bila saya hanya meng-upload lagu-lagu yang saya sukai saja. Bye!
*This is only a preview. Buy the original to support the artist*
Bagi kalian yang sudah menonton anime fanmade Touhou Memories of Phantasm (幻想万華鏡~The Memories of Phantasm~) mungkin penasaran dengan soundtrack nya yang cukup bagus dan enak didengar. Dalam anime ini semua lagu baik opening maupun endingnya dibuat oleh Yuuhei Satellite (幽閉サテライト) dengan senya di bagian vokal dan di produseri oleh Manpuku Jinja yang juga merupakan produser dari anime ini. Musik dari sebagian besar lagu Yuuhei Satellite mengadaptasi BGM dari game-game Touhou itu sendiri.
Langsung saja kita lihat daftar dari opening dan ending dari TMoP berikut ini:
1. The Spring Snow Incident
Opening : 色は匂へど 散りぬるを (Though the Scent Lingers, the Flower Scattered)
DL : MEGA
Ending : Opposite World
DL : MEGA
2. The Scarlet Mist Incident Arc
Opening : 月に叢雲華に風 (Clouds Over the Moon, and Wind Over the Flowers)
DL : MEGA
Ending 1 : ヒトリシズカ (Alone in the Silence)
DL : MEGA
Ending 2 : 夜桜に君を隠して (Hiding You in the Evening Cherry Trees)
DL : MEGA
Ending 3 : 残響は鳴り止まず(The Echo Won't Stop Ringing)
DL : MEGA
3. The Flowers Incident Arc
Opening : 華鳥風月 (Beauties of Nature)
DL : MEGA
Ending 1 : コノ葉隠レ(Hidden Among These Leaves)
DL : MEGA
Ending 2 : 魂の語りに導かれて (Guided by the Voice of My Soul)
DL : MEGA
4. The Mysterious Giant Youkai
Ending : 可能性の化身 (A Possibility of Incarnation)
DL : MEGA
5. Imperishable Night Incident Arc
DL : MEGA
Ending : 共鳴しない愛のカタチ (The Form of Unsympathetic Love)
DL : MEGA
Selain lagu-lagu diatas, saya masih punya simpanan lagu-lagu Yuuhei Satellite yang tak kalah bagusnya. langsung saja kita lihat di bawah ini :
Who Am I
最果てのコトバ (Words of the Farthest Ends)
夏季異変 (Summer Incident)
愛情デザイア (Love desire)
忘却のレトロスペクティブ (Retrospective of oblivion)
アマノジャック (Amano Jack)
初めましてを繋いで (Connecting Greetings)
大地に咲く旋律 (Melodies which bloom from the Earth)
約束の君 (Promised you)
色は情へと誘う (Allure Tempts Me to this Passion )
Mohon maaf bila saya hanya meng-upload lagu-lagu yang saya sukai saja. Bye!
*This is only a preview. Buy the original to support the artist*
FREE DOWNLOAD SONIC.EXE
Free Download PC Game Sonic.EXE (Credit: gamejolt.com)
Gak berani download? Kira-kira beginilah gameplay-nya. Tonton si markiplier maen:
BEWARE OF JUMPSCARES
INDONESIAN LIGHT NOVEL
MOTHERLAND
Piece 01: Pertemuan
“Jadi pemerintahan Suharto…”
“Hoam…”
Rabu pagi. Hari-hari sekolah seperti biasanya. Dengan guru yang membosankan, teman-teman yang mencatat, aku yang mengantuk. Aku bingung mengapa bisa selalu mengantuk tiap mengikuti pelajaran di kelas.
“Bu, ijin ke belakang!”
“Ya!”
Aku bermaksud cuci muka.
“Awas…!”
“BRUKK!” Ada seseorang yang menabrakku ketika aku menutup pintu. Kami sama-sama terjatuh.
“Sakit…” ternyata seorang gadis kecil. Dari seragamnya mungkin siswi SMP. Gedung sekolahku ini gabungan dari SMP & SMA.
Tapi mengapa dia bisa disini!?
“Lihat-lihat dong, dasar bodoh!” sentakku. Aku ini memang tak pandang bulu.
“Ih, kakak juga kenapa keluar pintu gak bilang-bilang! Lihat nih, lutuku lecet!”
“Bodo amat. Emang urusanku!” kataku sambil meninggalkannya.
“Jahat!!”
“Kalau mau ke UKS jalan terus, mentok belok kanan.” Kataku masih tetap berjalan.
Mukanya merah padam karena marah.
Aku akhirnya sampai ke kamar mandi terus langsung cuci muka.
“Sip, sekarang langsung balik…”
“PERHATIAN KE SELURUH SISWA. DIBERLAKUKAN KODE F. SEMUA SISWA SEGERA KE SHELTER DENGAN ARAHAN GURU KELAS. SAYA ULANGI…”
“Ya ampun, lagi-lagi…” Tiba-tiba begitu keluar banyak orang berbaris ramai pula sampai aku tak bias lewat. Saat mencari guru kelasku aku melihat petugas UKS ikkut berbaris.
Tunggu, petugas UKS?!
Aku menuju UKS dan taka da seorangpun disana. Mungkin, dia sudah ikut baris…
“Aah, lega juga akhirnya…” Kata gadis itu keluar dari pintu toilet, “Eh, kakak yang tadi! Halo!”
“Halo ndasmu! Kenapa masih disini?! Tak dengar alarm ya, dasar bodoh!”
“Aku…!”
DUARR! Tembok di sisi kami tiba-tiba berlobang. Dari lobang itu muncullah kepala. Tak salah lagi, URF. Baru kali ini bias kulihat sedekat ini. “TARGET LOCKED. FIRE.” Kepala robot itu mengeluarkan peluru yang cukup besar dan mengarah ke gadis itu. Reflex aku menghalanginya. Tapi,
“BLAMM!” Aku membuka mataku, gadis di belakangku masih aman tapi terdiam mematung. Aku juga masih disini seakan peluru itu tak mengubah apapun. Tapi lantai dan dinding samping kami hancur lebur.
“CODE: CREAM. FOUND.” Robot itu mendesiskan kata-kata aneh lalu menghilang.
TUGAS BAHASA INDONESIA CERPEN REMAJA
TAK ADA YANG ABADI
Hei kau, apa yang kau lakukan disana?
“Nggak tau juga, masa bodo.” Sahutku pada matahari yang sinarnya seakan mengejek keberadaanku disini. Ngomong-omong aku memang sedang melamun dan menatap keluar jendela kelas. Tugas dan PR sudah kukerjakan semua dan ini adalah waktu makan siang. Ah, habis ini Bahasa Indo ya? Pantesan pada sibuk berdiskusi ngerjain PR.
“Gan, nih bukumu,” Kata teman sekelasku, Fatih. “Makasih ya, ntar kutraktir ke Vista OK!?”
“Dah, nggak usah. Ntar ngerepotin.” Kataku sambil tersenyum.
“Oke deh, tapi ntar tetep tak bales. Kalau butuh apa-apa bilang ya bro!”
Aku mengangguk sambil tersenyum. Si Fatih pergi dan aku melanjutkan kegiatanku mengobrol dengan matahari. Kenapa hari ini cerah banget sih. Kalo luar sekolah secerah itu pasti panas banget dan kalau panas aku males buat pulang. Nggak tahan panas aku ini. Haah, bakal kayak kemaren-kemaren nih, nunggu sekolah agak sorean. Tapi kalo gitu aku bakal sampai rumah pas udah malam trus nggak bisa nonton Sailor Moon. Ya ampun kenapa hidupku susah banget.
Anu…, Lukman! Jadilah pacarku!
Wanjir, bayangan macam apa itu tadi? Perasaanku jadi enggak enak. Mendingan makan dulu aja yah, jarang banget laper kayak gini.
“Lukmaaan!!! Ke kantin bareng yuuuk!!”
Seketika semua orang di kelas menoleh kepadaku. Apa sebab? Ada cewek yang dengan PD-nya teriak-teriak dari pintu kelas padahal udah tau kelas lagi sibuk sama PR. Alhasil semua langsung merasa kesal pekerjaannya keganggu. Dan lagi si cewek malah senyum-senyum sendiri.
Iyalah, dia kan si Petra. Pacarku.
“Kebetulan banget yah kamu ada di kelas, biasanya jam segini kamu udah ngelamun di perpus kan?” Kata Petra berseri-seri.
“Ah, iya. Sekarang ngelamun dari kelas juga bisa kok.” Yah, jujur sih aku rada ogah ke perpus karena Petra juga hobi kesana sekarang. Gak enak diliatin orang lain.
“Gitu yah, eh ngomong-omong kita mau beli apa nih? Mumpung yang antri sedikit makan bakso spesial aja ya!” Kata dia, “Bu, bakso spesial dua ya!”
Aku sebenarnya heran, kekuatan apa yang merasuki Petra sehingga dia bisa punya tenaga ngelakuin hal-hal yang menguras energi contohnya: Ketawa, senyum, ngomong sana-sini, dll. Berkatnya tiap hari bagiku jadi berwarna kayak pelangi. Hari-hariku yang biasa sudah musnah.
Semua ini bermula seminggu yang lalu.
SEMINGGU YANG LALU
Ngapain kamu disana?
“Nggak tau, lagi males aja di sekolah.” Aku pulang lebih awal hari ini bukan karena sakit atau alasan mengada-ada lain. Aku kangen bantal dan gulingku di rumah, udah 4 jam ditinggalin. Pasti mereka kangen berat sama aku. Yah, sekalian refreshing selepas tes bulan lalu.
TAKK!! Ada kerikil menghalangi jalanku, jadi harus ku singkirkan. Ngomong-omong soal pulang awal, rasanya baru kali ini aku lakuin. Di tahun kedua SMA ini rasanya memang lebih sulit dari tahun lalu. Tugasnya berjibun ditambah PR yang numpuk plus guru yang killer. Yah, itu sudah cukup membuat kehidupanku di sekolah semakin buruk. Yah, nikmati aja lah! Kataku dalam hati.
“Hitungan ketiga, satu..Aduh pusing, hitungan satu.. dua…tiga! HAP!” Ada sosok yang lagi latihan lompat tinggi pakai tembok sekolah, emang peralatan olahraga sekolah kurang memadai yah.
Bukan! Saat ini sosok cewek ponytail itu lagi melompati pagar sekolah yang tingginya 3 meter Cuma bermodal dengkul doang. Dia tau aku melihatnya dan dia cuma mesem dikit. Kejadian itu bermula sangat cepat tak sampai 5 detik namun mataku sudah menangkap seluruh momen itu. Setiap detilnya.
Cewek itu udah ngilang. Sesaat kulihat dia membawa tas, jadi… Inikah yang dinamakan bolos pelajaran?! Baru kali ini aku lihat secara langsung. Kebanyakan cuma liat di film doang. Dengan serius aku tatap pagar 3 meter yang dilompati si cewek.
“Hei nak, ngapain kamu disitu! Mau bolos, ya!” seorang guru melihatku menatap pagar dan terjadilah salah paham yang merepotkan. Setelah bercek-cok beberapa menit aku mengambil surat dari saku yang isinya ijinku buat pulang disertai tanda tangan guru.
“Oh, bilang dong dari tadi. Saya kira mau bolos, hahaha!” “Enggak pak, mana mungkin itu mah, hahaha!”
“Eh, lagian kamu kenapa lewat pintu belakang? Kan lebih enak lewat pintu depan toh?”
Aku menoleh lagi ke pagar yang tadi, “Lagi pengen aja kok, pak!”
Esoknya aku bertanya perihal cewek rambut pendek ke Ilham, teman sekelasku. Setelah kuberi tahu ciri-cirinya dia langsung nangkep dan bilang kalo namanya Petra, ketua OSIS kami.
“Eeh, serius cewek itu ketua OSIS?”
“He’em. Dia udah terkenal karena nolak 10 cowok yang nyatain ke dia. Semuanya ditolak mentah-mentah. Lagian ada apa sih sama dia?”
“Ah, enggak ada. Cuma kepo,” Wuiih, sepuluh!
Di hari berikutnya aku ada ulangan. Jadi urusan si cewek ponytail kuurus kapan-kapan aja. Emang kenapa sih, dia kan cuma satu dari sekian banyak cewek di sekolah ini yang rambutnya hitam mengkilat dan kulitnya mulus dan punya kegiatan yang lain dari yang lain dan, agak manis sih emang. Terus kenapa aku malah nggak fokus ulangan dan malah nggambar muka dia di kertas ulanganku!
“Eh, Nak Lukman,” Guru B.indo yang galak tau-tau udah ada di sampingku. Bulu kudukku merinding,” Ini masih tahun 2015 kan dimana seorang murid yang bijak harusnya tahu apa yang ia perbuat dalam kehidupan sehari-harinya?”Aku mengangguk,“LALU NGAPAIN KAMU NGGAMBAR KARTUN DI KERTAS ULANGAN PELAJARAN SAYA!!”
“Maaf pak,..!!”
Haah,. hari yang melelahkan. Sekujur badanku rasanya pegal-pegal karena dipake buat push up 100 kali sama si guru tengik itu. Padahal udah tau aku ini murid biasa yang nggak pernah ngelakuin hal-hal kayak gitu. Bodo amat lah, mendingan buruan pulang..
“Meow…” Meow?
“Puspus,, sini turun. Nggak papa.. ada aku kok disini… ayo sini,”
Ngapain tuh cewek ngerayu kucing, dah bosen ngerayu cowok ya? Lagian emangnya ini cerpen remaja pake ada momen cowok nolongin cewek pemalu trus pacaran? Sori ye ane nggak tertarik, mending pulang.
“Puspus..sin-“ si cewek menoleh kearah cowok yang tiba-tiba datang dan menggoyang-goyang pohon dengan hebatnya membuat si kucing jatuh tepat di dekapan cewek itu. Dan sebuah apel pun ikut jatuh dan ditangkap oleh si cowok.
Ah pas banget ada apel, mumpung lagi musim dan aku lagi laper metik satu nggak masalah kan? Soalnya apel tumbuh juga buat dimakan. Allahuma bariklana…
“Anu,.” Eh, kayak ada suara di belakang ane, “Ma-makasih..”
Oh, cewek yang kurang kerjaan ngerayu kucing. Kirain udah pergi. Aku menoleh ke cewek itu.
Kaget! Itu si cewek ponytail yang kemaren dan kayaknya dia sama kagetnya kayak aku. Untuk beberapa detik aku tak bisa ngomong apa-apa.
“Ah, kamu yang kemarin itu kan Si Saksi Mata!” Eh, apaan tuh Saksi Mata? Tapi aku masih belum bisa bergerak bahkan bicara, jadi cuma mengangguk. “Makasih ya buat kucingnya! Aku kerepotan lho dari tadi jadi makasih banyak. Kamu membantu sekali!”
“Aku cuma ngambil apel kok.”
“Apel? Emang ada?” Aku menunjuk pucuk pohon yang tingginya 7 meter, dia cuma mengangguk seakan-akan paham.
Terus aku ninggalin si cewek ponytail yang katanya ketua OSIS. Aku emang gak bisa mikirin beberapa hal sekaligus dalam otakku jadi biar kupikirkan satu hal yang penting saat ini: Apel! Kukira cuma ada di Malang apel kayak gini, ternyata di sekolah juga ada toh. Aku beneran tertolong. Soalnya, kayaknya ibu nggak bisa bikin makan malam hari ini. Lagi.
“Anu…, Lukman! Jadilah pacarku!”
“Ha?!”
Oke, biar kujelaskan dulu. Aku yang kebingungan ini berawal keesokan harinya ketika teman sekelasku, Shania sambil meminjam buku PR-ku bilang waktu aku belum sampai di sekolahan ada yang mencariku di bawah pohon apel. Dia nggak bilang siapa yang manggil jadi kukira paling cuma temen iseng. Karena aku lagi bosen aku ikutin aja kejailan mereka dan liat apa mereka bisa menghiburku.
Tapi beneran deh, ini mah kerterlaluan banget.
“Maaf karena mendadak seperti ini. Aku, udah memendam perasaan ini hingga beberapa waktu yang lalu. Namun semalam jantungku rasanya mau meledak karena detakannya keras. Aku jadi nggak bisa tidur semalam..”
“Tunggu dulu! Kamu Petra kan?”
Petra menjawab, “Iya.”
“Ketua OSIS sekolah, yang kemarin ngerayu kucing buat turun dari pohon?”
“Ya, ya itu aku!”
“Massya Allah, becandanya udah keterlaluan ini mah.” Kataku sambil memukul dahi.
“Jadi kamu pikir ini cuma bercanda ya..” Petra menundukkan kepalanya, aku hampir nggak bisa melihat mukanya, "COBA PANDANG MATAKU DAN KATAKAN APA YANG KAMU LIHAT!”
“Ini hasil karena mikirin kamu semaleman. Mataku sampai hitam kayak gini. Berjam-jam aku latihan di depan cermin, coba bikin kata-kata yang indah dan kamu pikir itu semua cuma bercanda?”
“Eh, maksudku bukan..”
“Aku cinta kamu Lukman, udah lama banget malah, hari-hari tanpa melihat wajahmu atau mendengar suaramu membuatku tersiksa. Kamu nggak ngerasain apa yang aku alamin selama ini..”
“Maaf…”
“Udahlah, kini kamu cuma perlu kasih jawaban. Apapun yang kamu katakan, akan kuterima.”
Aku mencoba berpikir sejenak. Antara bingung atau senang dan memikirkan apa keuntungan yang akan kudapat atau kerugian yang akan kualami dan…
“Baiklah,” Aku memegang wajahnya yang berurai air mata dan membersihkan air kotor itu dari mukanya. Kupandang ia dengan tatapan penuh arti. “Jadilah pacarku, Petra.”
Petra tersenyum dan mengangguk, “Iya!”
“Bakso-bakso, bakso spesial pesanan Tuan Putri dan Pangeran datang! Monggo dinikmati..!”
“Makasih ya bu!”
“Buat Neng Petra apa sih yang enggak, eh Bang Lukman sering-sering makan bakso disini. Mosok mampir cuma beli air mineral, saya nggak enak sama perutnya. Teriak-teriak tuh,”
“I, iya, Bi.” Kataku, kemudian beliau pamit mau melayani pelanggan lain.
“Dah Bibi!” Aku cuma meringis melihat kejadian barusan. Nampaknya virus alay telah menyebar lebih luas ketimbang sinyal WiFi sekolah. Sampai-sampai Bi Inem wanita tua namun aktif penjual bakso kantin pun terinfeksi. “Seneng deh liat usahanya lancar. Mudah-mudahan besok juga ramai!” Petra menaruh kepalanya di bagian atas meja kami.
“Amin.” Kataku sambil menyeruput air mineral yang kubeli.
Kukira Petra bakal ngomong panjang lebar atau memarahi aku karena komentar singkatku. Tapi nggak terjadi, yang ada dia malah menatapku yang lagi minum dengan pandangan senang.
“Ngomong-omong gimana perasaanmu?” tanyanya.
“Apanya?”
“Karena,” Petra menundukkan kepalanya sejenak, “Sudah seminggu pacaran denganku. Udah bosan ya?”
“Nggak kok,” jawabku, “Ngomong-omong Petra, udah biasa ya kayak gini, kamu nggak keliatan deg-degan atau semacamnya.”
“Deg-degan lho, “ katanya malu-malu, “Aku,.. sebenernya udah pengen ngakuin ke kamu tapi belum berani kalo dulu,” Aku mengangguk mengerti, “Dan, ini pertama kalinya buatku, berpacaran..”
“Bukannya udah banyak yang nembak kamu, Tra?”
“Iya tapi aku nggak kenal mereka, trus mereka juga cuma ngincer gelarku jadi ketua OSIS supaya numpang terkenal. Yang aku pikirin cuma kamu-” kata-katanya terhenti di tengah.
“Eh,”
“Ah, malu banget rasanya. Udahan ya cerita kayak gininya. Malu tau.”
“Ya oke, balik kelas yuk.”Ajakku, dia langsung menurut.
Entah apa karena efek Mugen Tsukiyomi atau ini cuma mimpi. Rasanya aku berada di dunia lain dimana aku tidak lagi bicara dengan matahari. Ini semua karena Petra, si cewek ponytail yang menjadi pacarku seminggu ini. Aku nggak tau hubungan ini bakal jadi kayak apa, namun jelasnya aku harap yang terbaik buat kedepannya.
“Woi gan, ikut bareng kita yuk ke Vista!” sahut Fatih bersama 4 orang lain.
“Sori, pass deh buat hari ini.” Kataku berhias senyum.
“Cie mau pulang bareng Kosis, bikin iri aja! Yuk guys cabut, duluan ya Luk!”
“Oke ati-ati."
Oke, sekarang karena udah waktunya pulang mendingan jemput Petra ke kelasnya aja kali ya? Belum pernah coba sih sebelumnya. Bikin kejutan ah buat dia.
Di depan pintu kelasnya Petra, heran kok pintunya ditutup? “Lukman?”
“Hei, Petra! Sori telat-“
“Maaf tapi aku Mira, teman sekelasnya Petra. Dia lagi nunggu kamu di gerbang tuh.”
“Yang bener? Makasih ya, Mir! Dah!” dia tidak menjawab namun membalas lambaian tanganku yang ku buat sambil berlari. Soalnya pengen ketemu Petra.
Sampai di gerbang sekolah. Di bawah sinar matahari sore kulihat Petra sedang berdiri membawa, kertas hasil ulangan mungkin, dia menyandar tembok. Bertambah lebih cantik ketika dia tersenyum menyadari ada aku di dekatnya. Senyumnya benar-benar manis, aku suka.
“Aku tadi nyariin kamu di kelas.”
“Oh ya? Terus?”
“Nggak ada, yang ada cuma temenmu Mira.”
“Mira, ya?” Petra terdiam sejenak walau langkah kakinya menyusuri trotoar masih berlanjut, “Bagaimana pendapatmu soal Mira?”
“Um, dia cantik sih, terus gaya bicaranya lembut, udah gitu suka menolong dan baik hati lagi!”
“Iya kan?” Sahut Petra lalu terdiam lagi. “Hei, Lukman.”
“Hm?”
“Kamu tau nggak kenapa aku bolos pelajaran waktu itu?” Aku menggeleng, “Yah, ceritanya cukup panjang sih. Tapi singkatnya aku pengen lari dari kenyataan.”
“Lari, dari kenyataan?”
“Iya, waktu itu adalah pembagian hasil ke 6 tes bulan lalu. Aku mendapat nilai 4 di pelajaran B.Indo. itu adalah ke-5 kalinya aku dapat nilai di bawah KKM. Bayangkan aja bagaimana bila seluruh siswa sekolah tau kalau ketua OSIS mereka nilainya rendah kayak gitu. Namun jujur aku memang nggak termotivasi waktu tes. Aku bahkan lupa buat apa aku ikut tes? Buat apa aku sekolah? Bahkan sampai di pertanyaan buat apa aku hidup di dunia ini? Apalah arti keberadaanku selain setetes air di samudera yang bernama dunia ini?”
“Petra, itu…”
“Sampai aku kebetulan banget bisa ketemu kamu untuk yang kedua kalinya setelah sekian lama. Saat itulah semua alasan rasionalku kubuang jauh-jauh dan kuganti. Alasan semua hal yang telah atau akan aku lakukan adalah demi kamu, bukan demi orang lain. Apapun yang terjadi, aku ingin segera bertemu dengan kamu, setiap sa-”
“Cukup Petra!”aku peluk dia seerat mungkin, “Buat apa kamu cerita semua itu? Cuma melihat aja aku sudah tau betapa besar kasih sayangmu kepadaku. Dan akan selalu seperti itu. Jangan bilang sesuatu seolah-olah kita akan berpisah untuk selamanya!”
“Lukman..” Petra membalas pelukanku, “Terima kasih…”
Kertas yang Petra pegang jatuh, tertulis “HASIL PEMERIKSAAN: KANKER OTAK (+)”
“Mas, bangun Mas. Tidur kok di kuburan, nggak boleh atuh.” Mendengar suara penjaga makam aku membuka mataku, sepertinya hari beranjak malam. Sudah waktunya aku pulang. “Ngomong-omong, saya turut berduka cita atuh, atas kehilangan Mas. Semoga diterima disisi-Nya. Amin.”
“Amin. Saya, menyesal tidak menghabiskan semua waktu saya buat dia pak.” Air mataku hampir menetes lagi. Ya ampun, sampai kapan aku akan begini terus? Maaf, aku benar-benar menyesal.
“Sampai kapan mau nangis oi?” Teriak seseorang di belakangku, kulihat seorang cewek bersedekap disana. “Aku yang ngefans sama baksonya kok, kamu yang nangis?”
“Eh, Petra. Ya, kan aku baru satu kali makan baksonya. Rasanya nggak ada duanya sih!” Petra cuma mengangguk tanda setuju sambil senyum, “Petra,… gimana perasaan kamu setelah operasi?”
“Nggak papa kok, kan berhasil. Ngapain sih nanya itu tiap hari? Malu tau.”
“Peralatannya canggih yah.” Petra mengangguk, “ Aku, aku juga bakal jadi dokter!”
“Beneran?” Aku kasih form Fakultas Kedokteran UGM yang udah keisi ke Petra,”Wah, bener!”
Aku memandang Petra yang masih membaca dengan penuh arti, “Petra.. Makasih, buat semuanya…”
TAMAT
TEKS PENGALAMAN MENJADI RELAWAN
TIM MEDIS
Pengalaman saya menjadi relawan adalah ketika saya pertama kali menjadi
Anggota PMR di SMA 2 Magelang. Waktu itu kira-kira Desember ketika diadakannya Liga Smada tahun 2014.Kami selaku PMR sudah menjadi tradisi untuk menjadi tim medis mendampingi OSIS. Kalau tidak salah waktu itu saya menjadi tim medis untuk laga yang pertama. Karena belum pernah melakukan sebelumnya, sudah sewajarnya saya sedikit grogi karena takut salah dalam mengobati. Tapi mau pulang pun sudah tak mungkin. Karena sudah diberikan mandat oleh para guru dan pembina PMR sendiri. Maka setelah menghibur diri sambil mengawasi jikalau ada yang mengalami cedera, saya mencoba mengingat-ingat apa yang telah saya lakukan selama latihan dulu.
Beberapa menit kemudian seorang pemain menjegal lawan dan yang dijegal langsung jatuh terguling-guling.Maka setelah dipanggil wasit saya beserta dua teman saya berlari menuju lapangan untuk mengobati pemain yang cedera. Untungnya, cederanya tidak terlalu parah dan saya bisa mengobatinya dengan baik. Setelah pemain mengatakan kalau dia sanggup bermain lagi permainan pun dilanjutkan kembali dan kami juga kembali ke pinggir lapangan.
Itulah sepintas pengalaman saya saat menjadi relawan di Liga Smada tahun 2014.
Pengalaman saya menjadi relawan adalah ketika saya pertama kali menjadi
Anggota PMR di SMA 2 Magelang. Waktu itu kira-kira Desember ketika diadakannya Liga Smada tahun 2014.Kami selaku PMR sudah menjadi tradisi untuk menjadi tim medis mendampingi OSIS. Kalau tidak salah waktu itu saya menjadi tim medis untuk laga yang pertama. Karena belum pernah melakukan sebelumnya, sudah sewajarnya saya sedikit grogi karena takut salah dalam mengobati. Tapi mau pulang pun sudah tak mungkin. Karena sudah diberikan mandat oleh para guru dan pembina PMR sendiri. Maka setelah menghibur diri sambil mengawasi jikalau ada yang mengalami cedera, saya mencoba mengingat-ingat apa yang telah saya lakukan selama latihan dulu.
Beberapa menit kemudian seorang pemain menjegal lawan dan yang dijegal langsung jatuh terguling-guling.Maka setelah dipanggil wasit saya beserta dua teman saya berlari menuju lapangan untuk mengobati pemain yang cedera. Untungnya, cederanya tidak terlalu parah dan saya bisa mengobatinya dengan baik. Setelah pemain mengatakan kalau dia sanggup bermain lagi permainan pun dilanjutkan kembali dan kami juga kembali ke pinggir lapangan.
Itulah sepintas pengalaman saya saat menjadi relawan di Liga Smada tahun 2014.
SANDI AMBALAN PRAMUKA SMA 2
SANDI AMBALAN PRAMUKA SMA N 2 MAGELANG AMBALAN URIP SUMOHARDJO
Kita berambalan untuk bersatu, bersaudara dan bekerjaPramuka Indonesia patriot pari purna
Manusia sejati teguh memegang janji
Bergunalah hidup ini bagi keluarga, agama, bangsa dan negara
Setia itu pasti, jujur itu wajib
Sopan dalam bertindak serta perwira
Sedap dalam berbicara
Kawan setiap makhluk
Menolong tanpa bersombong diri
Sayang kepada sesama tak hanya dibibir
Pemuda berwatak satria
Sabda pandita ratu
Bertanggung jawab dalam tugas dan kewajiban
Pandu Indonesia tercinta pertiwi
Senyumlah dalam duka, tenanglah dalam suka
Hematlah dalam berbicara, tenaga dan benda
Berguna bagi amanat penderitaan rakyat
Suci sebagai teladan berfikir, berkata dan berbuat
Berjasa tanpa meminta nama
Tuhan bersama kita
TUGAS B. INDO "LAPORAN PLS 2015"
| pohon palem yang melambai-lambai |
Nah,
disini saya ingin berbagi pengalaman tentang
perjalanan saya ke PT Sritex.
Pada hari Kamis, 26 Maret 2015, sekolahku, SMA Negeri 2
Magelang mengadakan Outdoor Class atau
Pembelajaran Luar Sekolah (PLS). Salah satu tempat yang dikunjungi adalah
pabrik tekstil yang ada di Jawa Tengah, PT SRITEX. PLS ini diikuti oleh seluruh
siswa kelas X, baik MIA maupun IIS.
Kami berangkat dari SMA Negeri 2 Magelang pukul 07.15 WIB.
Kami menuju ke tempat tujuan menggunakan bis yang memang sudah disewa oleh sekolah
untuk perjalanan pada hari itu. Bis yang disewa sekolah berjumlah 5 buah. Dan
aku menempati bis nomor 3 dan duduk sebangku dengan teman sekelasku, Raihan
alias Mas Roy. 30 menit setelah keberangkatan, aku mulai lapar. Maka aku mengambil
L*ys dari dalam tas dan langsung saja diserbu oleh teman-teman di sekitarku
yang kebanyakan laki-laki. Alhasil walau sudah makan, masih saja aku lapar.
Kira-kira
2,5 jam setelah keberangkatan, bis yang aku tumpangi ini tadinya berangkat dengan
nomor urut ketiga. Namun, kami menjadi yang terakhir. Karena sopir bis kami
salah mengambil arah jalan. Yang harusnya belok ke kiri, sopirnya malah belok
ke kanan.
Sudah
hampir 4 jam kami melakukan perjalanan. Dan akhirnya, kami sampai juga di PT Sritex.
Kami sampai disana pada pukul 11.00 WIB. Saat bis memasuki pintu gerbang PT
Sritex, aku terkagum-kagum melihat
gedung-gedung yang ada di sana. Gedung
yang ada di sana tidak hanya satu bahkan puluhan. Dan juga lumayan besar.
Sesudah
bis selesai diparkirkan, kami semua turun dari bis dan kami diarahkan untuk
menuju ke gedung serbaguna yang ada di PT Sritex ini. Begitu memasuki gedung
serbaguna ini, kami semua dibuat kagum oleh apa yang ada di dalamnya. Di dalam
gedung serbaguna ini terdapat patung manekin yang memakai baju berbagai motif
kain. Terutama seragam militer. Seperti yang kita ketahui bahwa PT Sritex ini
merupakan pabrik yang memasok pakaian/seragam militer ke 30 negara.
Di gedung serbaguna ini, oleh pegawai
PT Sritex kami diberitahu mengenai profil dari PT Sritex
itu sendiri. Mulai dari petama kali dibangun hingga menjadi yang sekarang ini.
Setelah itu, oleh pegawai PT Sritex kami dipersilakan untuk berkeliling
melihat-lihat apa saja yang ada di PT Sritex ini. Sayangnya, oleh pihak sekolah
kami hanya diberi kesempatan untuk melihat di divisi garmen dan Show room saja. Yaitu tempat di mana
kain sudah siap untuk dijadikan berbagai macam produk. Serta tempat di mana
produk-produk tersebut dipamerkan/dijual.
![]() |
| topi kuning yang lagi ngetren di kalangan pegawai |
Pukul
13.00 setelah melihat-lihat Show room kami
meninggalkan PT Sritex dan melanjutkan perjalanan kami menuju ke tempat
selanjutnya. Yaitu Situs Manusia Purba, Sangiran.
Terima
kasih.
TUGAS B. INDO "LAPORAN ANALISIS PUISI"
Sastrawan dan Hasil Karyanya
Chairil Anwar
A. Biodata dan hasil karya Chairil Anwar
1. Profil
Nama : Chairil Anwar
Lahir : 26 Juli 1922 Medan, Sumatera Utara, Hindia Belanda
Meninggal : 28 April 1949 Jakarta, Indonesia
Pekerjaan : Penyair
Kewarganegaraan : Indonesia
Suku bangsa : Minangkabau
Periode menulis : 1942-1949
Angkatan : Angkatan ‘45
Karya terkenal : Aku
2. Hasil Karya
- Deru Campur Debu (1949)
- Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949)
- Tiga Menguak Takdir (1950) (dengan Asru Sani dan Rivai Apin)
- “Aku Ini Binatang Jalang : koleksi sajak 1942-1949”, disunting oleh Pamusuk Eneste, kata penutup oleh Supardi Djoko Damono (1986)
- Derai-Derai Cemara (1998)
B. Puisi
Nama : Chairil Anwar
Lahir : 26 Juli 1922 Medan, Sumatera Utara, Hindia Belanda
Meninggal : 28 April 1949 Jakarta, Indonesia
Pekerjaan : Penyair
Kewarganegaraan : Indonesia
Suku bangsa : Minangkabau
Periode menulis : 1942-1949
Angkatan : Angkatan ‘45
Karya terkenal : Aku
2. Hasil Karya
- Deru Campur Debu (1949)
- Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949)
- Tiga Menguak Takdir (1950) (dengan Asru Sani dan Rivai Apin)
- “Aku Ini Binatang Jalang : koleksi sajak 1942-1949”, disunting oleh Pamusuk Eneste, kata penutup oleh Supardi Djoko Damono (1986)
- Derai-Derai Cemara (1998)
B. Puisi
Puisi adalah seni tertulis dimana bahasa digunakan untuk kualitas
estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya.
Unsur-unsur puisi :
Unsur-unsur puisi meliputi struktur fisik dan struktur batin puisi.
Unsur-unsur puisi meliputi struktur fisik dan struktur batin puisi.
Struktur fisik puisi :
- Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.
- Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, mendengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.
- Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik.
- Kata Konkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji.
- Gaya bahasa, yaitu penggunaan bahasa yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konutasi tertentu. Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna. Gaya bahasa disebut juga majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anatora, pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.
- Rima/Irama adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima mencakup :
1. Otomatope (tiruan terhadap bunyi)
2. Bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi (kata), dan sebagainya).
3. Pengulangan kata/ungkapan. Ritma merupakan tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Rima sangat menonjol dalam pembacaan puisi.
Struktur batin puisi :
- Tema/makna : media puisi adalah bahasa.
Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makana keseluruhan.
- Rasa/feeling, yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya.
- Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, dll.
- Amanat/tujuan/maksud (intention), yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca.
Jenis-jenis puisi :
Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.
Puisi Lama
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan-aturan itu antara lain :
- Jumlah kata dalam 1 baris
- Jumlah baris dalam 1 bait
- Persajakan (rima)
- Banyak suku kata tiap baris
- Irama
Ciri-ciri puisi lama :
- Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
- Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
- Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.
Jenis-jenis puisi lama :
- Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
- Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi.
Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka.
- Karmina adalah pantun kilat, seperti pantun tetapi pendek.
- Seloka adalah pantun berkait.
- Gurindam adalah pantun yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat.
- Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.
- Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, atau 10 baris.
Puisi Baru
Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama, baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.
Ciri-ciri puisi baru :
- Bentuknya rapi, simetris
- Mempunyai persajakan akhir (yang teratur)
- Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain
- Sebagian besar puisi empat seuntai
- Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintasis)
- Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar 4-5 suku kata)
Jenis-jenis puisi baru menurut isinya dibedakan atas :
- Balada adalah puisi berisi kisah/cerita.
- Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan.
- Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa.
- Epigram adalah puisi yang berisi tuntutan/ajaran hidup.
- Romansa adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih.
- Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan.
Aku
Karya Chairil Anwar, Sastrawan Angkatan 1945
Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini hewan jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang-menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Makna:
Karya ini mungkin adalah karyanya yang paling terkenal dan juga salah satu puisi paling terkemuka dari Angkatan ’45. Aku memiliki tema pemberontakan dari segala bentuk penindasan. Penulisnya ingin “hidup seribu tahun lagi”, namun ia menyadari keterbatasan usianya, dan kalau ajalnya tiba, ia tidak ingin seorangpun untuk meratapinya.
- Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.
- Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, mendengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.
- Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik.
- Kata Konkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji.
- Gaya bahasa, yaitu penggunaan bahasa yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konutasi tertentu. Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna. Gaya bahasa disebut juga majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anatora, pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.
- Rima/Irama adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima mencakup :
1. Otomatope (tiruan terhadap bunyi)
2. Bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi (kata), dan sebagainya).
3. Pengulangan kata/ungkapan. Ritma merupakan tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Rima sangat menonjol dalam pembacaan puisi.
Struktur batin puisi :
- Tema/makna : media puisi adalah bahasa.
Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makana keseluruhan.
- Rasa/feeling, yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya.
- Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, dll.
- Amanat/tujuan/maksud (intention), yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca.
Jenis-jenis puisi :
Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.
Puisi Lama
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan-aturan itu antara lain :
- Jumlah kata dalam 1 baris
- Jumlah baris dalam 1 bait
- Persajakan (rima)
- Banyak suku kata tiap baris
- Irama
Ciri-ciri puisi lama :
- Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
- Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
- Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.
Jenis-jenis puisi lama :
- Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
- Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi.
Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka.
- Karmina adalah pantun kilat, seperti pantun tetapi pendek.
- Seloka adalah pantun berkait.
- Gurindam adalah pantun yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat.
- Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.
- Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, atau 10 baris.
Puisi Baru
Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama, baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.
Ciri-ciri puisi baru :
- Bentuknya rapi, simetris
- Mempunyai persajakan akhir (yang teratur)
- Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain
- Sebagian besar puisi empat seuntai
- Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintasis)
- Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar 4-5 suku kata)
Jenis-jenis puisi baru menurut isinya dibedakan atas :
- Balada adalah puisi berisi kisah/cerita.
- Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan.
- Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa.
- Epigram adalah puisi yang berisi tuntutan/ajaran hidup.
- Romansa adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih.
- Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan.
Aku
Karya Chairil Anwar, Sastrawan Angkatan 1945
Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini hewan jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang-menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Makna:
Karya ini mungkin adalah karyanya yang paling terkenal dan juga salah satu puisi paling terkemuka dari Angkatan ’45. Aku memiliki tema pemberontakan dari segala bentuk penindasan. Penulisnya ingin “hidup seribu tahun lagi”, namun ia menyadari keterbatasan usianya, dan kalau ajalnya tiba, ia tidak ingin seorangpun untuk meratapinya.
![]() |
| Selamat Jalan Chairil Anwar |
























